Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Pages

Asal Usul Bunga Mawar

Asal-Usul Bunga Mawar
Dahulu kala,hidup seorang gadis bernama Mawar.Dia gadis yang rajin,baik hati,berbudi luhur,dan sangat patuh kepada kedua orang tuanya.Dia juga gadis yang paling cantik didesanya.
Pada suatu hari,dia mulai memasukki perguruan untuk belajar. Saat masuk dia sudah memiliki teman yang baik hati,yang sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri temannya itu bernama Sari.Tetapi,juga ada yang tidak suka dengan dia yaitu bernama Putri.Putri tidak suka kepada Mawar karena,Mawar sudah merebut hati pujaannya SiPutri.
Pada suatu hari Putri ingin membalaskan dendamnya kepada siMawar”Huh,aku harus membalaskan dendamku karena dia sudah merebut pujaan hatiku dari tanganku”Kata Putri sambil melihat Mawar dengan sinis.
Keesokan harinya,Putri mulai menyuruh dayang dari istana Mawar untuk menaruh racun didalam makanan Mawar”Hai,aku perintahkan kamu untuk menaruh racun ini dalam makanan Mawar”Katanya sambil melotot.Dayangpun ternyata menolak permintaannya”Maaf,aku tidak akan menghianati majikanku yang baik itu”Katanya sambil memalingkan wajah.Putripun marah dan mengancam dayang tersebut”Kalau kau tidak mau,keluargamu yang akan jadi balasannya.”.Karena takut,dayang itupun menuruti apa permintaan Putri.”Baiklah akan aku laksanakan perintahmu.Tapi,jangan kau hancurkan keluargaku”.Kata dayang sambil memohon dan meneteskan air mata.”Baiklah sepakat”.Kata Putri sambil tertawa kecil.
Keesokan harinya dayang itu mulai melakukan perintah dari Putri.Tetapi dia tidak memasukkan  semua racun kedalam makanan Mawar,hanya sedikit yang dimasukkannya.”Aku tidak mau menaruh racun ini semua ke dalam makan non Mawar,aku sangat menyayanginya karena dia sudah berbuat baik dengan aku.”Katanya sambil mengaduk racun dalam makanan  Mawar
Setelah memasukkan racun kedalam makanan Mawar,dayang itupun segera bergegas pergi,”Terima kasih ya”.Kata Mawar sambil tersenyum lebar.”Iya,sama-sama non Mawar”.Kata dayang sambil tersenyum.Tetapi sebelum memakan makanan buatan dayang itu ternyata ibunya minta sesuap nasi.”Mawar,bolehkah ibu meminta makananmu sedikit?”.Mawarpun menjawab.”Tentu saja boleh Bu,”
     kemudian setelah ibu Mawar memakan makanan tersebut ibu Mawar langsung jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.Mawarpun bingung dan bergegas mencari pertolongan,”Tolong-tolong ibu,ibu pingsan dikamar.”Ayahnyapun  beserta para prajurit langsung menuju ke kamar dan menayakan kepada Mawar apa yang terjadi,”Anakku apa yang terjadi kepada ibumu?Mengapa ia sampai tidak sadarkan diri seperti itu?”Mawarpun menjawab,”Sayapun juga tidak tahu Ayah.”
Setelah ibunya jatuh sakit setiap malam Mawar menangis tak henti-henti,”Kenapa ibu bisa seperti itu?,”Katanya sambil menangis kecil.Kemudian sewaktu ia merenungi nasib ibunya,ia bertemu dengan kakek misterius,”Hai,nak mengapa kamu menangis?”.Kata kakek itu sambil tersenyum.Mawar menjawab .”Saya  bersedih karena ibu saya sedang sakit keras.”Kakek menjawab,”Tak usah bersedih,aku tahu penawarnya.”Mawar berhenti menangis dan menanyakannya,”Bagaimana caranya Kek?,”.Kakek  itupun menjawab,”Kamu harus mencari sebuah bunga yang sangat wangi di sebuah hutan,dan bunga itu hanya ada satu saja tidak lebih.”Mawarpun menjawab dengan penuh semangat.”Baiklah,besok aku akan berangkat.”Sesaat setelah itu Mawar ingin mengucapkan terima kasiih,namun kakek misterius itu tiba-tiba menghilang.
Kesokan harinya Mawar mulai berangkat untuk mencarikan obat ibunya dihutan yang ditunjuukkan kakek misterius tersebut.Mawar diantar oleh dua orang pengawalnya.Setelah sampai disana,Mawarpun mulai mencari dengan cara berpencar dan bagi tugas dengan para pengawalnya.”Pengawal,ayo kita cari obat untuk ibuku.Kita berpencar.’kata Mawar sambil membara bersemangat.Pengawalpun juga menjawab dengan semangat,”Baik!.”Lalu mereka berpencar,tetapi sudah tiga hari mereka mencari dan tidak ketemu juga.Sampai akhirnyapun mereka menyerah.”Tuan Putri,harus kemana lagi kami mencari?”.Tanya pengawal dengan letih.Mawar menjawab,”Sabarlah pengawal,kita pasti menemukannya,”.Saat mereka semua galau muncul seorang kakek misterius yang kemarin bertemu dengan Mawar,”Assalamualaikum.”Mawar menjawab,”Walaikum salam.”Kakek misterius itu bertanya,”Mengapa kau kelihatannya begitu bingung?”.
Mawarpun menjawab,”Kakek,saya bingung.Kata kakek dihutan ini ada obat untuk ibu saya?.”Kakek hanya tersenyum dan berkata,”Benarkah kamu ingin menyelamatkan nyawa ibumu?.”Mawar menjawab,”Iya,saya benar-benar ingin menyelamatkan ibu saya,”Kakek itupun bertanya kembali kepada Mawar,”Apakah kamu rela menolong ibumu dengan ganti nyawamu sendiri?.”Mawar terdiam sejenak.kemudian setelah terdiam untuk berfikir sejenak Mawar menyetujui perjanjian tersebut,”Iya,saya bersedia!”.Setelah itu kakek tersenyum kembali dan berkata,”Baiklah,ikuti kakek!.” Mawarpun mulai mengikuti langkah kakek itu sampai berhenti disebuah taman yang indah.Mawarpun bertanya,”Kek,kenapa kita berhenti ditaman sebagus ini?.”
Kemudian kakek menjawab,”Kakek sebelumnya sudah bilang kalau ibumu akan sembuh bila minum teh dari sebuah bunga misterius.Dan apakah kamu siap menukar hidupmu demi ibumu?.”Lalu Mawar menjawab,”baiklah,saya rela mengganti hidup saya demi kesembuhan ibu saya.”Setelah Mawar menjawab seperti itu kakek tersenyum kembali dan menyuruh Mawar duduk diantara bunga-bunga.Dan setelah beberapa saat Mawar berubah menjadi sebuah bunga yang cantik dan berbau harum.Kemudian kakek itu,membawa keluar dan menunjukkan kepada pengawalnya tentang kejadian itu,” Inilah wujud putri Mawar sekarang,”Pengawalpun kaget dan tak percaya,”Masa ini wujud Putri Mawar?.”
,”Iya.”Jelas kakek itu.Lalu kakek memberitahukan bagaimana cara memakai bunga itu,”Kalian harus bilang kepada dayang pembuat obat untuk membuatkan teh ratu dari bunga ini.”
    Setelah dijelaskan olek kakek itu pengawal ingin berterima kasih kepada beliau,tetapi kakek itupun sudah menghilang.
Dengan berat hati pengawal itu membawa bunga misterius tersebut pulang ke kerajaan.Sesampainya dikerajaan,mereka langsung ditanya oleh sang Raja,”Dimana  anakku Mawar?.” Namun pengawal hanya terdiam dan menjawab pertanyaan sang Raja,”Inilah Putri Mawar.”Sambil memberikan bunga itu kepada sang Raja.Sang Raja kaget dan berkata,”Tidak mungkin!.Ini tidak mungkin putriku,putriku seorang manusia.Bukan sebuah bunga.”Lalu pengawal menjelaskan dengan perlahan,”Putri Mawar merelakan nyawanya untuk kesembuhan ibunya.Lalu putri mawar duduk di taman yang indah dan berubah menjadi bunga.Bunga ini harus dibuat teh,dan diminumkan kepada Ratu yang sedang sakit.”
Karena masih tidak ingin anaknya berubah menjadi sebuah bunga Raja berkata kembali kepada pengawal,”Tapi,apakah bunga ini dapat diabadikan sebagai pengganti putriku?,”Lalu seketika itu juga muncullah kembali seorang kakek tua yang memberi tahu kepada Raja,”Bisa,yaitu dengan cara.Ambillah sebagian batang dari bunga itu,lalu tanamlah di taman.”Jelas kepada kakek itu kepada Raja.Kemudian Raja segera memberikan bunga itu kepada dayang untuk dijadikan sebuah teh,namun sebelum dijadikan teh Raja mengambil sebagian batang dari bunga tersebut.Setelah mengambilnya,Raja bergegas menanam batang tersebut ditaman Raja.Kemudian,setelah menanam bunga tersebut,Raja segera meuju kekamar Sang Ratu untuk melihat keadaanya,ternyata setelah meminum teh tersebut Ratu sembuh,lalu Ratu menanyakan tentang keberadaan Putri Bunga,”Dimana putriku?.”Lalu Raja menjawab dan menjelaskan kepada Ratu tentang kejadian yang menimpa Putri Mawar.
,”Putri kita rela menukarkan nyawanya demi kesembuhanmu,”Lalu Ratupun menangis,tapi dia tidak menangis terlalu lama karena dia tahu kalau dia menangis terlalu lama nanti Mawar juga akan menangis.Kemudian bersamaan dengan kesembuhan Ratu,pengawal sudah menemukan dalang dan utusan yang sudah meracuni Sang Ratu.Yang tidak lain adalah dayang istana sendiri dan Putri.Tetapi dayang itu tidak dihukum karena ia menjelaskan kalau ia diancam oleh Putri.
Seiring dengan bergantinya waktu,bunga tersebut terus berkembang.Namun sang Raja belum memberikan nama untuk bunga tersebut,setelah dipikir-pikir.Akhirnya Raja memberikan nama bunga tersebut,”Karena sifat dan ciri-cirinya sama seperti Putriku Mawar,maka bunga ini aku beri nama bunga mawar.”Jelas Sang Raja sambil meneteskan air mata karena teringat dengan Putri Mawar.
Sampai bunga tersebut berkembang terus-menerus sampai keseluruh penjuru kampung bahkan sampai keluar kampung. Dan bunga tersebut hidup sampai sekarang,yang disebut dengan julukan bunga mawar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

riwayatul laily mengatakan...

apa itu cerita yang sebenarnya ??

Poskan Komentar